Jadi Penerang Utama, Ini Trik Gunakan Lampu agar Hemat Listrik
Administrator
6.Nov.2019

Lampu digunakan di rumah tangga sebagai sumber penerangan utama.

 

Peran lampu sangat vital karena tanpa lampu nyaris segala aktivitas akan terganggu.

 

Kebutuhan akan lampu merupakan kebutuhan yang rutin sehingga kuantitas pemakaiannya sangat tinggi.

 

Tingginya pemakaian lampu ini bisa menjadikan kita sangat boros jika tidak bijak menggunakannya.

 

Gunakan Sesuai Kebutuhan

Berapa banyak cahaya yang harus disediakan untuk sebuah ruang sangat tergantung pada kebutuhan ruang itu yang mengacu pada aktivitas apa yang dilakukan di dalamnya.

 

Tingkat cahaya yang diperlukan sangat bergantung pada kebutuhan dan kenyamanan.

 

Kebutuhan ini berbeda untuk setiap orang tergantung dari usia, ukuran objek yang dilihat, ketelitian/tingkat kesulitan pekerjaan yang dilakukan, dan kecepatan gerak dalam ruangan.

 

Hal yang harus dilakukan adalah menentukan 3 faktor ketepatan: intensitas (sesuai kebutuhan ruang), warna (kesan yang ingin disampaikan di suatu ruang), komposisi (penataan dan kombinasi yang tepat dari berbagai jenis pencahayan).

 

Cahaya yang datang sebaiknya jangan hanya dari satu arah supaya objek tampil secara nyata dan minimal masih tetap dapat dilihat dari kedua sisi.

 

Untuk hal ini, yang harus diperhatikan adalah penempatan titik lampu di beberapa tempat dengan fungsi yang berlainan agar dapat diatur prioritas pemakaiannya, dan kedua adalah pemilihan armatur/ rumah lampu yang tepat.

 

Peluang penghematan energi (kWh) dapat dilakukan dengan cara mengurangi daya terpasang (menggunakan energi sekecil mungkin) dan mengendalikan jam pengoperasian.

 

Prinsipnya menggunakan rumus sebagai berikut: Energi (kWh)= Daya (watt) x hour

 

Mengoptimalkan Daya Listrik

Daya listrik terpasang tidak boleh melampaui angka maksimum yang ditentukan untuk setiap ruang.

 

Menurut SNI, daya pencahayaan maksimum untuk ruang kantor sebesar 15 watt/M2.

 

Untuk daya pencahayaan di rumah, tergantung dari jenis ruangan dan aktivitas yang dilakukan, nilainya tidak melebihi 10 watt/M2.

 

Contoh Perhitungan:

 

Daya lampu= 12 buah (titik lampu) x 50 watt= 600 watt

Luas ruangan= 21 m x 10 m= 210 m2

Daya/luas ruangan= 600/210= 2,85 watt/M2 ->memenuhi syarat.

 

Mengendalikan Jam Pengoperasian

Cara yang bisa dilakukan untuk hal ini adalah:

 

- penggunaan lampu Hemat Energi

- mengatur jadwal penyalaan lampu, misalnya dengan mengaktifkan timer.

- menambah alat penghemat energi lampu (menggunakan dimmer, daylight sensor, zoning, atau present/movement detector, sensor ultrasonik.

- mematikan lampu saat ruangan tidak digunakan

- menghindari penggunaan satu sakelar yang dihubungkan dengan beberapa titik lampu, karena menyalakan satu lampu berarti beberapa lampu lain ikut menyala.

 

Sumber : IDEA


Tags : tips hemat listrik, hemat listrik, hemat energi, tips menggunakan lampu, peluang penghemat enargi, renewable energy, save earth, mengoptimalkan daya listrik
Recently Submitted Blog Posts
Must Read
APERSI : Mari Serius Wujudkan Sejuta Rumah, Bukan Hanya Slogan

Junaidi mengatakan, pengembang yang tergabung di APERSI merupakan pengembang yang memang fokus membangun.

8 Karya Frank Lloyd Wright Jadi UNESCO World Heritage

Siapa yang tak kenal dengan Frank Lloyd Wright, arsitek terkenal yang mempunyai nama kondang ini telah lama berkiprah di dunia.

Roca Bakal Produksi 650.000 Unit Saniter Di Indonesia

Merek internasional asal Spanyol, Roca, secara resmi masuk pasar Indonesia dan memperkenalkan diri kepada publik bertepatan dengan penyelenggaraan pameran Indobuildtech 2018 di ICE BSD City