Lewat PUPS, Lancartama Sejati Raih Tambahan Modal Rp35 Miliar
Administrator
13.Feb.2020

Jakarta - Manajemen PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA) melakukan pencatatan saham serta transaksi perdagangan perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (10/02/2020). Pencatatan dan perdagangan perdana saham perseroan di BEI dilakukan melalui mekanisme Penawaran Umum Perdana Saham (PUPS).

 

Destry Sianturi, Corporate Secretary TAMA, mengemukakan, perseroan dalam PUPS itu menawarkan 200 juta lembar saham baru yang merupakan saham biasa atas nama bernilai nominal Rp25 per saham. Porsi saham yang ditawarkan tersebut mencapai sekitar 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah PUPS.

 

“Dalam PUPS tersebut, manajemen perseroan menawarkan TAMA sebesar Rp175 per saham. Dengan demikian, dana yang kami peroleh melalui PUPS ini adalah sebesar Rp35 milair,” ujar Destry usai acara pencatatan saham dan peresmian perdagangan perdana TAMA di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Senin (10/02/2020).

 

Perseroan didirikan pada 1990 dan merupakan kontraktor utama bagi pengembangan perumahan dan kawasan komersial. Usaha perseroan berkembang setiap tahun secara progresif dengan memprioritaskan integritas, keandalan, dan profesionalisme.

 

Setelah beroperasi 19 tahun, melalui pengalaman bisnis dan kepercayaan dari pemasok dan pelanggan, perseroan telah menjadi kontraktor dengan reputasi kelas premium. Karena itu, manajemen perseroan terus-menerus berkomitmen agar dapat memberikan pelayanan yang konsisten dengan kualitas premium.

 

“Di samping itu, kami juga berusaha memenuhi setiap kebutuhan pelanggan dalam setiap proyek demi tercapainya kepuasan pelanggan,” imbuh Destry.

 

Pada 2006, perseroan berkesempatan untuk melakukan perluasan usaha menjadi kontraktor utama untuk infrastruktur kawasan industri. Pada 2008-2009, perseroan mengerjakan proyek pembangunan ruko dan kawasan perumahan. Lalu pada 2010-2012, perseroan juga telah menyelesaikan proyek pembangunan kompleks ruko dan perumahan.

 

Pada 2012, perseroan juga ditunjuk sebagai kontraktor utama bagi pembangunan fasilitas karyawan di kawasan perkebunan. Fasilitas yang dibangun perseroan adalah mess karyawan, rumah karyawan, gudang dan laboratorium komputer.

 

Sejak 2016, perseroan memfokuskan bisnisnya di bidang konstruksi. Pasalnya, bisnis konstruksi dinilai lebih memberikan prospek yang positif bagi kemajuan usaha Perseroan. Ke depan, perseroan akan mengembangkan bisnisnya dalan ruang lingkup penyewaan ruang kantor dan hunian. Terkait bisnis tersebut, perseroan saat ini sedang membangun gedung yang ruangannya akan disewa-sewakan tersebut. - Industry.co.id


Tags : lancartama, penambahna modal, arsitek, building material, properti, PUPS, BEI, konstuksi
Recently Submitted Blog Posts
Must Read
Mitra Dulux Dapat Sertifkasi Kompetensi Kerja Konstruksi Dari LPJK Nasional

AkzoNobel, perusahaan cat dan produsen merek cat dinding dekoratif, Dulux menandatangani nota kesepahaman atau Memo of Understanding (MoU) dengan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Nasional

Kesan Segar di Hunian Modern Tropis

Tim arsitek harus cermat dan detail dalam memberikan perhatian khusus pada hubungan bangunan arsitektur dengan aktivitas sosial.

Tahun 2018 Lalu, 11.327 Unit Rumah Tak Layak Huni di Sumbar di Bedah

Pemerintah terus berupaya mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di Indonesia, salah satunya melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS)