Benarkah Cat Adalah Material Pelapis Dinding Paling Favorit? Teliti Dulu Jenis dan Kegunaannya!
Administrator
23.Feb.2021

Cat merupakan cairan atau bahan pelapis yang memberikan suatu lapisan berpigmen (mengandung zat warna) ataupun tidak berwarna (vernis), yang digunakan untuk melapisi permukaan suatu benda dengan tujuan untuk melindungi dan memperindah (protective & decorative).

 

 

Berdasarkan fungsi atau peruntukannya, terdapat beberapa jenis cat yang ada di pasaran:

 

  1. Cat Polyurethane (Cat PU). Biasanya digunakan pada bangunan untuk memperoleh hasil akhir yang mengkilap (glossy). Cat PU memiliki kualitas yang baik dan tergolong premium. Karena kemampuannya dalam menahan panas hingga berbagai bahan kimia, maka material yang dilapisi cat PU akan menjadi lebih kuat, lebih keras, dan tahan goresan.

  2. Cat Duco. Cat ini umumnya digunakan oleh bengkel cat mobil untuk memberi lapisan pada permukaan mobil. Sejatinya cat duco sendiri merupakan salah satu jenis cat bangunan. Selain untuk mobil dan bangunan, cat duco juga dapat digunakan pada logam dan kayu sebagai cat dempul yang berfungsi untuk menghaluskan permukaan kedua material tersebut.

  3. Cat Melamic. Biasa digunakan untuk melapisi kayu pada eksterior bangunan karena memiliki kandungan alkyd dan resin amino yang dapat berfungsi untuk menghaluskan, meratakan dan membuat kayu menjadi lebih tahan lama. Hasil akhir cat ini akan tampak mengkilap (glossy).

  4. Cat Zinc Chromate Primer. Digunakan pada permukaan besi yang bertujuan agar besi menjadi lebih awet dan tahan lama karena cat ini mampu melindungi besi dari korosi.

  5. Cat Alkyd Syntetic. Digunakan untuk melapisi barang-barang yang penempatannya di luar ruangan (eksterior) dan di dalam ruangan (interior), terutama sebagai lapisan pada material, seperti kayu dan besi dengan hasil akhir yang mengkilap (glossy). Kelebihannya antara lain anti jamur, tahan lama serta mampu bertahan di cuaca ekstrim.

  6. Cat Emulsi Styrene Acrylic. Cat jenis ini berfungsi dalam melindungi permukaan material yang berpori cukup besar dan rawan terhadap rembesan air, seperti beton, batako, triplek, plesteran ataupun asbes.

  7. Cat Stoving. Umumnya digunakan pada industri elektronik, tabung gas, dan berbagai jenis barang dari logam lainnya, jarang untuk keperluan pribadi. Sesuai dengan namanya, maka cara mengoptimalkan hasil akhir dalam menggunakan cat ini adalah dengan cara dioven (stove) dengan alat oven besar.

  8. Cat Epoxy. Cat jenis ini memiliki kandungan resin yang sangat kuat dan bersifat cukup lengket. Digunakan dalam melindungi berbagai macam material bangunan. Terdapat tiga jenis epoxy yang umum digunakan, yaitu epoxy injection, dempul epoxy dan lem epoxy.

  9. Wall Sealer. Digunakan sebagai bahan lapisan dasar sebelum diberi lapisan cat utama (cat berwarna). Fungsi dari cat wall sealer adalah untuk mengisi pori-pori yang ada pada dinding agar dapat memberikan hasil dinding yang lebih halus dan juga mempermudah proses pengecatan akhir.

  10. Cat Thermoplastic. Biasanya digunakan pada jalan raya untuk membuat marka jalan. Hal tersebut karena cat jenis ini memiliki sifat yang sangat panas dan sulit terkelupas.

 


TIPS MEMILIH CAT


Ada beberapa hal yang bisa menjadi pertimbangan dalam memilih cat, antara lain:

  1. Untuk cat eksterior, pilihlah cat yang khusus diperuntukkan bagi bagian luar rumah atau bangunan. Hal tersebut karena cat jenis ini memang sudah diformulasikan untuk mengecat dinding bagian luar yang mempunyai kemampuan untuk melindungi permukaan dinding dari perubahan iklim. Oleh karenanya diharapkan dinding menjadi tidak mudah retak dan berjamur.

  2. Warna cerah sangat baik digunakan untuk bagian eksterior. Hal tersebut karena warna cerah memiliki pigmen warna yang lebih sedikit dibandingkan dengan cat berwarna gelap. Pigmen (zat warna) yang ada pada cat sangat berpengaruh pada tingkat kepudaran cat. Semakin gelap warna suatu cat, maka akan semakin cepat pudar.

  3. Untuk bagian eksterior, pilihlah cat yang tahan terhadap cuaca. Hal ini dilakukan dengan cara memilih cat yang memiliki kandungan weatherproof atau weather resistance karena kandungan tersebut dapat mencegah timbulnya jamur pada dinding akibat air hujan.

  4. Sesuaikan warna cat (baik bagian eksterior maupun interior) dengan konsep rumah atau bangunan. Misalnya, sesuaikan warna cat yang senada dengan konsep klasik, modern, minimalis, western, farmhouse, tradisional, dan sebagainya.

  5. Sesuaikan warna cat dengan mood atau kesan yang ingin dibangun dari suatu ruangan atau bangunan secara keseluruhan. Misalnya, jika ingin memberikan kesan ruang yang luas sekaligus modern (terutama pada area yang sempit), maka warna terang dan lembut bisa digunakan. Warna natural bisa Anda pilih bila ingin mengangkat kesan hangat, simpel, harmoni, bersahabat, serta alami. Warna-warna ceria bisa menjadi pilihan jika ingin memberikan kesan fresh dan penuh vitalitas. Di samping itu, warna-warna ceria yang cenderung mencolok, tegas, dan solid bisa digunakan jika ingin mengangkat kesan ekspresif, bebas, percaya diri sekaligus unik.

  6. Pilihlah merk cat yang berkualitas. Hal itu karena cat yang berkualitas tinggi membuat dinding rumah atau bangunan akan terlindungi hingga bertahun-tahun (tahan lama) sehingga pada akhirnya dapat mengurangi biaya pemeliharaan dan perawatan.

 

Sumber : Construction+


Tags : cat, pelapis dinding, pelapis tembok, paint, painting, jenis-jenis cat, cat anti bocor, tips memilih cat, cat bagus, cat murah, bahan bangunan
Recently Submitted Blog Posts
Must Read
Enjoy The Beauty of Nature With Family

Salah satu keuntungan hunian ini ialah memiliki pekarangan belakang rumah yang dekat dengan tepi padang golf yang luas, lapang, dan hijau.

Artotel Beach Club, Sanur, Bali

Kehadirannya sebagai hotel yang mendukung kesenian lokal pulau Dewata, Artotel Sanur tidak hanya menawarkan penginapan yang sebatas sebagai tempat bersinggah.

Hore! Mulai 1 April, MBR Berpenghasilan Rp8 Juta Boleh Beli Rumah Subsidi

Lewat beleid terbaru tentang pembiayaan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), pemerintah menetapkan bahwa penghasilan masyarakat maksimum Rp 8 juta per bulan bisa memiliki rumah lewat Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi.