Administrator
Pada 2 Juni 2022, Aga Khan Award for Architecture 2022 telah mengumumkan 20 karya arsitektur terpilih dari 16 negara di dunia. Salah dua diantaranya merupakan karya arsitektur yang berada di Indonesia, yaitu Bandara Blimbingsari karya andramatin dan Expandable House dari ETH Zurich.

© AGA KHAN TRUST FOR CULTURE / MARIO WIBOWO (PHOTOGRAPHER)
Bandara Blimbingsari merupakan salah satu karya Andra Matin dan biro arsitektur andramatin yang berada di Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia. Berbeda dari kebanyakan desain sebagian besar bandara yang dirancang dengan gaya internasional, Bandara Blimbingsari hadir dengan pendekatan desain yang sesuai konteks lingkungan dan mencerminkan citra kearifan lokal Kabupaten Banyuwangi. Melayani 110.000 penumpang setiap harinya, Bandara Blimbingsari menerapkan prinsip-prinsip passive design yang vernakular.
Arsitek mengoptimalkan sistem penghawaan alami ke dalam bangunan, sehingga hampir seluruh ruang operasional bandara tidak membutuhkan AC. Overhang selebar tujuh meter, kisi-kisi kayu sebagai dinding ruang, serta celah pada sisi atap untuk menjadi ventilasi sekaligus naungan alami. Tidak hanya itu, Andra Matin juga menambahkan unsur vegetasi di area luar, dalam, dan atap bangunan yang semakin memperkuat konsep ramah lingkungan dalam bangunan.

© AGA KHAN TRUST FOR CULTURE / MARIO WIBOWO (PHOTOGRAPHER)

© AGA KHAN TRUST FOR CULTURE / MARIO WIBOWO (PHOTOGRAPHER)

© AGA KHAN TRUST FOR CULTURE / MARIO WIBOWO (PHOTOGRAPHER)
Kemudian, satu karya lagi yang berhasil masuk dalam daftar 20 karya terpilih AKAA 2022 adalah Expendable House di Batam, Riau.

© AGA KHAN TRUST FOR CULTURE / MARIO WIBOWO (PHOTOGRAPHER)
Expandable House karya ETH Zurich ini merupakan hunian baru berkelanjutan yang dapat dibangun secara fleksibel yang kebanyakan lingkungan penghuninya seringkali berbahaya dari waktu ke waktu. Perancangan desain bangunan ini didasarkan pada lima prinsip. Pertama adalah sandwich section dimana atap dapat diangkat untuk menambah tingkat dan pondasi yang bisa menopang hingga tiga lantai. Kemudian kepadatan domestik dan sistem yang terdesentralisasi. Lalu, prinsip keempat adalah lanskap produktif dengan kebun vertikal. Terakhir, paket benih dimana teknologi, strategi sumber daya, dan pedoman desain dapat dikembangkan dengan cara yang berbeda tergantung dengan kondisi sosial, budaya, serta lingkungan setempat.

© AGA KHAN TRUST FOR CULTURE / MARIO WIBOWO (PHOTOGRAPHER)

© AGA KHAN TRUST FOR CULTURE / MARIO WIBOWO (PHOTOGRAPHER)

© AGA KHAN TRUST FOR CULTURE / MARIO WIBOWO (PHOTOGRAPHER)
Aga Khan Award for Architecture (AKAA) merupakan bagian dari Aga Khan Development Network. Didirikan pada tahun 1977 oleh Aga Khan, AKAA menjadi penghargaan arsitektur tertua dan bergengsi di dunia yang diberikan setiap tiga tahun. Tidak hanya dipersembahkan untuk karya-karya arsitektur dengan desain yang unggulan, tetapi juga pada praktik perencanaannya, pelestarian sejarah, maupun lanskap. Ditambah lagi, dengan karya yang menggunakan sumber daya lokal, teknologi tepat guna dengan cara yang inovatif, serta mampu menjadi inspirasi di tempat lain.
Dalam setiap cycle dari Aga Khan Award for Architecture, terdapat para Master Jury yang akan menentukan karya terbaik untuk menerima penghargaan ini. Untuk AKAA 2022, ada sembilan orang Master Jury yang terdiri dari arsitek, para ahli independen, spesialis konservasi, perencana, dan structural engineers. Mereka adalah Nada Al Hassan, Amale Andraos, Kader Attia, Kazi Khaleed Ashraf, Sibel Bozdogan, Lina Ghotmeh, Francis Kere, Anne Lacaton, dan Nader Tehrani.
Sumber : Archinesia
Ingat, Bangunan Sehat Itu Penting Loh
Kesadaran masyarakat terhadap bangunan hijau atau ramah lingkungan mulai mengalami peningkatan. Meski demikian, selain hijau, bangunan juga harusnya menyehatkan para penghuninya.
3D-Printed Paste Could Hold Buildings Together Amid Natural Disasters
A 3D-printed cement paste could one day be used to make buildings more resilient to natural disasters
The Triple Barn House
This rusted three-roof house in Sonoma, California is a dream come true for a chef and her husband. Both a relaxing getaway and a cooking lab, this residential retreat helps the couple disconnect from their busy lives and connect with nature in a novel way.




