Artotel Beach Club, Sanur, Bali
Administrator
12.Feb.2020

 

Kehadirannya sebagai hotel yang mendukung kesenian lokal pulau Dewata, Artotel Sanur tidak hanya menawarkan penginapan yang sebatas sebagai tempat bersinggah. Melihat lokasi yang dapat dikatakan zona tentram untuk kawasan Sanur, hotel rancangan Studio TonTon ini dapat menjadi tempat rekreasi untuk keluarga yang ingin mengajak sang buah hati bermain di kawasan pantai.

 

 

 

 

 

Hanya memakan waktu tiga atau lima menit, Anda akan  merasakan kesegaran suasana beach club di pulau Dewata pada kediaman baru PBM Architect, Artotel Beach Club. Terletak di tepi pantai, Artotel Beach Club dapat membuat trip keluarga menjadi lebih berkesan dan dapat menjadi sebuah momen yang tak terlupakan bagi si kecil. Banyak kegiatan yang bisa di lakukan oleh sang buah hati, baik di dalam area beach club ataupun area pantai yang memiliki varian aktivitas laut.

 

 

 

 

 

Selain tampilan bermaterial bambu yang menarik perhatian, beberapa menu santapan dari Executive Chef Manual Effendi dapat memanjakan para tamu yang sedang berelaksasi di area lounge. Chef asal Belgia kali ini “menyihir” indra perasa dengan bahan-bahan segar yang menawarkan santapan tropical comfort cuisines seperti Bravas, Ayam Tangkap, atau Soft Shell Crab untuk sajian laut, maupun hot cakes yang pas membuat lidah Anda semakin berselera. - Style & Decor

 

 


Tags : Hotel bali, artotel beach club, penginapan, design and decor, pbm architect, bali, design , arsitek
Recently Submitted Blog Posts
Must Read
Well-Kept

Stephanie Coutas menggarap sebuah hunian pinggir pantai di Paris yang memancarkan keromantisan abadi dari tiap detail desainnya. Design Stephanie Coutas / Photographer Francis Amiand

Luxury in Harmony at The Legian Sire, Lombok

Located next to Bali, Lombok Island is known for its soft sandy beaches, colourful marine life and the mighty Mount Rinjani.

Teknologi Pembuatan Beton yang Ramah Lingkungan

Dalam skala industri, tercatat lebih dari 20 miliar ton beton diproduksi di seluruh dunia setiap tahunnya melalui proses manufaktur dan menyumbangkan 5 hingga 10 persen karbon dioksida ke emisi global.