Seluas 120 M, Hunian Karya Arsitek Dalam Negeri Ini Gunakan Lahan Terbatas dan Pengaturan Ruang yang Ciamik!
Administrator
10.Sep.2019

Alam senantiasa menjadi inspirasi bagi kita dalam merefleksikan keindahan.

Tak jarang, keindahan-keindahan tersebut ingin kita sertakan dalam rumah, mulai dari interior hingga eksterior bangunan.

 

 

Begitu pun dengan hunian yang didesain oleh Dendy Darman dari U&KL ini. Inilah hunian yang didesain agar penghuninya dapat menikmati keindahan alam sekitarnya.

Bentang alam Bandung banyak yang berbukit. Termasuk di lingkungan rumah yang dimiliki oleh Purwasunu Adriansyah dan Ratih Citra Sari ini.

 

 

Pohon-pohon pinus yang tumbuh di sekeliling rumah menginspirasi mereka memiliki hunian untuk menikmati itu semua.

Karena itu, mereka lantas menyerahkan sepenuhnya ide desain bangunan mereka kepada si arsitek.

Keinginan tersebut disambut baik oleh Dendy, yang lantas mengarahkan desain rumah tersebut ke rumah pegunungan ala Belgia.

 

 

Dendy menginginkan hunian yang dirancangnya ini dapat berbaur dengan pepohonan pinus sehingga ia membuat banyak bukaan pada rumah.

Sedangkan untuk karakter fisiknya, hunian ini diarahkan oleh Dendy sebagai rumah dengan karakter folk.

Gaya folk sangat menghargai lokalitas, misalnya karya seni pedesaan. Namun di sini, folk yang dikenal luas terpengaruh dari Amerika.

 

 

Karena terletak di lahan berkontur, pengaturan lantai yang tidak biasa terdapat pada rumah 3 lantai ini.

Selevel dengan jalan, terdapat pintu masuk utama yang mengarah ke ruang-ruang semipublik seperti ruang keluarga, dapur, dan ruang makan.

Dari ruang ini terdapat akses menuju balkon belakang.

Turun ke bawah, terdapat kamar tidur utama yang memiliki teras langsung ke halaman belakang di mana pohon-pohon pinus tumbuh. Sementara, di lantai teratas ditempati kamar-kamar tidur lain.

Tampilan fisik yang menarik, ditunjang olah pembagian war na bangunan yang unik. Keseluruhan bangunan terbagi atas 2 warna, yakni putih dan hitam.

 

 

 

Menurut Dendy, adanya 2 warna tersebut karena rumah terbentuk dari 2 material yang berbeda, yaitu beton bercat untuk bagian putih dan lapisan atap bitumen untuk bagian hitam.

 

 

 

Hal menarik lainnya adalah bagian teras rumah yang dibuat terpisah dari konstruksi bangunan.

Material yang digunakan di sini adalah besi dan kayu. Untuk interior, yang menarik adalah penggunaan profil sebagai aksen untuk menambah volume dalam ruang tamu.

Area yang Tampilan fasad yang mengadopsi rumah-rumah di Belgia. memiliki tampilan menarik lainnya ada pada kamar mandi dan dapur.

 

 

 

Di ruang inilah unsur dekoratif terasa, terutama dengan adanya “pigura” untuk meletakkan berbagai perabot penunjang ruang.

Walaupun rumah ini berukuran kecil, penataan interior nya membuat ruang terasa lega.

Di sinilah, desain U&KL memiliki keistimewaan dengan menata ruang dengan cerdas. Penempatan dan pemilihan furnitur yang tepat membuat area ini tetap terasa nyaman dan ergonomis untuk digunakan sehari-hari.

Warna putih yang membalut sebagian besar dinding membuat ruangan terasa luas, juga menciptakan tampilan yang sesuai untuk bersanding dengan keindahan panorama Bandung.

 

Sumber : Idea


Tags : minimalis, monokrom, folk, design, interior, ideaindonesia, arsitek, konstruksi, dekorasi, U&KL
Recently Submitted Blog Posts
Must Read
Unik! Inspirasi Desain Rumah 80 m2 di Korea Selatan

Di tengah pemukiman kota Cheongju, Korea Selatan, arsitek Younghan Chung berhasil menyelesaikan sebuah proyek rumah kubus apung di tanah seluas 402 meter persegi.

Pembangunan Hunian Vertikal South Quarter Tahap 2 Siap Dimulai

Sejak dibangun, South Quarter menjadi semacam ikon di jalur arteri TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Work Hard, Be Humble

The eye-catching rope-covered hallway at Mercure Grand Mirama Surabaya and the glamorous show unit of VieLoft at Ciputra World Surabaya have one thing in common