Penyelenggaraan BIM Conference 2019 : BIM in an Instant, Work Smarter with BIM Collaboration Oleh AppliCAD Indonesia
Administrator
6.Sep.2019

Dalam mendorong perkembangan implementasi teknologi BIM di dunia Arshitektural, Engineering, dan Konstruksi modern. PT. Indonesia AppliCAD selaku pihak penyelenggara acara BIM Conference 2019 dan pemegang lisensi ArchiCAD di Indonesia menyelenggarakan seminar dan diskusi panel para ahli di bidang BIM dengan mengusung tema : Work Smarter with BIM Collaboration.

 

 

Hadir sebagai keynote speaker mewakili Kepala Badan Litbang PUPR, Adji Krisbandono (Kasubid Kajian Kebijakan, Puslitbang KPT), dan Kharis Alfi (Ketua Institut BIM Indonesia, BIM Manager PT Waskita Karya). Pada sesi selanjutnya, hadir pula beberapa praktisi BIM, seperti Ahmad Shiddiq (Founder & BIM Profesional dari SKALA Akademi dan Attaya Arsitek), Realrich SJarief (Founder & Principal Raw Architecture), Fahmi Abdulaziz (BIM Engineer, PT. Waskita KArya, Tbk), Arddhanu Zunanto Hadhi (BIM Coordinator Wika Gedung), dan Amy Rachmadhani Widyastuti (PDW Architects). Mereka menyampaikan bahwa penggunaan BIM di Indonesia sudah tertinggal dari negara-negara tetangga (Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Thailand). Meskipun demikian, dengan adanya dukungan kebijakan dari Kementerian PUPR dalam bentuk regulasi BIM, rencana dibentuknya Komite BIM di tingkat nasional oleh Bappenas, dan lain-lain, diharapkan dapat meningkatkan antusiasme para profesional di bidang arsitektur, engineering, dan konstruksi (AEC) untuk memulai menggunakan dan menerapkan teknologi BIM pada setiap proyeknya.

 

 

BIM telah mendapatkan popularitasnya dengan dukungan hadirnya trend teknologi-teknologi terkini, diantaranya yaitu konsep simulasi 4D, 5D hingga 7D; Internet of Things(IoT); 3D Laser Scans & Drones; 3D Printing; Mobile Cloud Applications; Mix Reality;Open BIM Collaboration, dan lain-lain. Teknologi tersebut dapat membantu para arsitek dan kontraktor dalam mengoptimalkan rancangan desain dan eksplorasi kreatifitas yang lebih luas lagi. Selain itu, dengan kemampuan platform data (IFC & BCF) yang dimilikinya, juga dapat memudahkan proses komunikasi antara arsitek dan kontraktor dalam meminimalisir adanya misinformasi, miskomunikasi, yang berakibat pada kesalahan/kegagalan konstruksi.

 

 

Dengan keahlian dari arsitek tersebut dalam melakukan desain suatu gedung dengan didukung teknologi modern makan karya arsitektural dan kontruksi Indonesia dapat bersaing dengan Negara maju lainnya.

 


Tags : BIM, Applicad, seminar, conference, architect, technology, architecture 4.0
Recently Submitted Blog Posts
Must Read
Chieng Yen Community House

Chieng Yen is a commune surrounded by an old-growth forest that lies along the boundary between Van Ho district (Son La province) and Mai Chau district (Hoa Binh Province)

Let’s walk into the house of woods!

Indonesia has a lot of tropical forests and is home to many kinds of exotic woods for our architecture and interior design. In a residential project in South Tangerang, the owner, who is a wood lover, asked architect Djony Gouw to include his favourite element into his house.

Harga Urbantown Serpong Dipastikan Terjangkau untuk Masyarakat

Urbantown Serpong sebagai hunian vertikal sangat terjangkau untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah