Administrator
Berawal dari penelitian yang terkesan seperti mimpi, membangun sebuah koloni di Mars kini mulai dapat terealisasi, meskipun membutuhkan waktu yang lama. Tinggal di planet tetangga bumi ini bisa jadi nyata berkat kontribusi SEArch+, sebuah firma arsitektur yang fokus pada eksplorasi luar angkasa, serta ada Apis Cor yang merupakan perusahaan pengembangan 3D printing.

Bersama-sama, dua perusahaan tersebut membuat skema living habitat di Mars dan memenangkan kompetisi desain yang diprakarsai oleh NASA untuk kategori yang sama.

Dalam rancangannya, SEArch+ mendesain living quarter untuk empat orang yang dilengkapi dengan laboratorium untuk para ilmuwan bekerja dalam mengembangkan kehidupan yang layak di Mars. Selain itu, bangunan tempat tinggal ini memiliki lapisan anti radiasi, namun masih tetap menghadirkan pencahayaan natural dari alam Planet Merah tersebut.

Dalam proyek ini Apis Cor membantu membuat hasil rancangannya dalam bentuk 3D print yang berujung membuat kedua nama tersebut mendapatkan hadiah sebesar 100.000 dolar Amerika.
Sumber : CasaIndonesia
Rumah Kecil Terasa Besar? Bisa! Ini 12 Triknya
Prinsip Less is More dapat anda terapkan dalam penataan ruang, semakin sedikit benda yang ada maka akan semakin terasa luas ruangan tersebut.
IAI Mengumumkan Pemenang Kompetisi Monumen Friedrich Silaban
Pada tanggal 7 Oktober 2019 lalu, Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Nasional mengumumkan pemenang Sayembara Monumen Friedrich Silaban di Jakarta Design Center, Jakarta.
Hunian Baru yang Memadukan Kekayaan Budaya Lokal dan Kecanggihan Teknologi
Astra Property dan Hongkong Land telah melaksanakan groundbreaking untuk pembangunan Arumaya, sebuah hunian eksklusif di pusat distrik bisnis T.B. Simatupang yang telah diperkenalkan pada Februari 2018 lalu.




